Arsip Hidup: Proyek SMPN 1 Banjarmasin Wawancara Tokoh Sejarah Kota

Sejarah sering kali dianggap sebagai deretan angka tahun dan nama yang membosankan dalam buku teks. Namun, bagi para siswa di SMPN 1 Banjarmasin, sejarah adalah denyut nadi yang masih bisa dirasakan melalui cerita para pelakunya. Melalui sebuah inisiatif kreatif yang dinamakan Arsip Hidup, sekolah ini mengajak para siswanya untuk keluar dari ruang kelas dan menemui para tokoh veteran, budayawan, hingga saksi mata perkembangan kota Banjarmasin. Proyek ini bertujuan untuk mendokumentasikan memori kolektif kota yang mulai memudar agar tetap terjaga dan dapat dipelajari oleh generasi mendatang.

Kegiatan utama dalam proyek ini adalah melakukan Wawancara mendalam kepada tokoh-tokoh yang dianggap sebagai penjaga memori sejarah. Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil, di mana setiap kelompok bertugas melakukan riset awal mengenai latar belakang narasumber yang akan mereka temui. Proses ini melatih kemampuan investigasi dan rasa ingin tahu siswa. Mereka tidak hanya bertanya tentang apa yang terjadi, tetapi juga bagaimana perasaan dan suasana kota pada masa lalu. Interaksi antara remaja usia SMP dengan para lansia ini menciptakan jembatan emosional yang luar biasa, di mana nilai-nilai kearifan lokal diturunkan secara langsung tanpa perantara buku.

Pihak SMPN 1 Banjarmasin menyadari bahwa Banjarmasin memiliki kekayaan sejarah yang unik, terutama sebagai kota seribu sungai. Dalam proyek ini, banyak siswa yang fokus mewawancarai para pensiunan motoris klotok atau pedagang pasar terapung yang telah menyaksikan transformasi ekonomi dan lingkungan di Kalimantan Selatan selama puluhan tahun. Data-data yang terkumpul kemudian disusun menjadi sebuah “Arsip Hidup” dalam bentuk tulisan, rekaman suara, hingga video dokumenter pendek. Hasil karya siswa ini tidak hanya disimpan di perpustakaan sekolah, tetapi juga dipublikasikan secara daring agar bisa diakses oleh masyarakat luas.

Melalui proyek ini, Tokoh Sejarah bukan lagi sekadar nama di monumen, melainkan sosok manusia dengan pengalaman hidup yang nyata. Siswa belajar untuk menghargai setiap perjuangan yang telah dilakukan oleh generasi terdahulu untuk membangun kota mereka. Pengetahuan ini menumbuhkan rasa memiliki dan cinta tanah air yang lebih kuat karena didasarkan pada pemahaman yang nyata, bukan sekadar doktrin. Mereka menyadari bahwa identitas mereka sebagai warga Banjarmasin saat ini adalah hasil dari rangkaian peristiwa panjang yang harus dihormati dan dilestarikan.