Pelatihan Jurnalistik SMPN 1 Banjarmasin: Kelola Mading Sekolah Lebih Pro
Dunia literasi di tingkat sekolah menengah tidak hanya terbatas pada kegiatan membaca buku di perpustakaan, tetapi juga mencakup kemampuan menyampaikan informasi secara akurat dan menarik. SMPN 1 Banjarmasin memahami bahwa potensi kreatif siswa dalam menulis perlu diarahkan melalui wadah yang tepat. Oleh karena itu, sekolah ini menyelenggarakan program Pelatihan Jurnalistik yang komprehensif. Program ini dirancang untuk membekali siswa dengan keterampilan dasar jurnalistik, mulai dari teknik mencari berita, melakukan wawancara, hingga menyusun narasi yang sesuai dengan etika komunikasi massa di era digital saat ini.
Proses pelatihan ini dimulai dengan pengenalan konsep dasar 5W+1H yang menjadi fondasi utama dalam dunia pemberitaan. Siswa diajak untuk peka terhadap fenomena yang terjadi di lingkungan sekolah, seperti prestasi teman sebaya, kegiatan ekstrakurikuler, hingga inovasi kantin sekolah. Dengan bimbingan guru pendamping, para peserta didik belajar bahwa sebuah berita tidak hanya harus benar secara data, tetapi juga harus disajikan dengan bahasa yang mengalir dan mudah dipahami. Pelatihan ini melatih ketelitian siswa dalam memverifikasi informasi sebelum dipublikasikan, sebuah keterampilan yang sangat krusial untuk menangkal arus hoaks yang sering ditemui di media sosial.
Salah satu target utama dari pelatihan di SMPN 1 Banjarmasin ini adalah transformasi media informasi internal sekolah. Selama ini, majalah dinding (mading) seringkali hanya dianggap sebagai pajangan statis yang jarang diperbarui. Melalui program ini, siswa diajak untuk Kelola Mading Sekolah dengan manajemen yang lebih terstruktur. Mereka dibagi ke dalam peran-peran profesional seperti pemimpin redaksi, reporter, fotografer, hingga desainer tata letak. Perubahan ini membawa dampak signifikan, di mana mading sekolah kini menjadi pusat informasi yang dinamis, informatif, dan selalu dinantikan oleh seluruh warga sekolah setiap minggunya.
Penerapan standar yang Lebih Pro dalam pengelolaan media sekolah ini memberikan pengalaman belajar yang sangat berharga. Siswa belajar tentang tenggat waktu (deadline), koordinasi tim, dan cara menerima kritik dari pembaca. Desain visual mading pun ditingkatkan dengan penggunaan teknik kolase yang lebih rapi dan estetis, sehingga menarik minat siswa lain untuk berhenti sejenak dan membaca. Kreativitas siswa tidak lagi hanya tersimpan dalam buku tulis, tetapi dipamerkan sebagai karya kolektif yang membanggakan. Hal ini secara langsung meningkatkan rasa percaya diri para penulis muda di lingkungan sekolah menengah pertama ini.