Siswa SMPN 1 Banjarmasin Kembangkan Teknologi Penjernih Air Sungai yang Ramah Kantong
Proyek ini bermula dari pengamatan para siswa dalam pelajaran sains mengenai tingkat kekeruhan air sungai di lingkungan sekitar mereka. Dibawah bimbingan guru pendamping, para siswa mulai melakukan riset mengenai bahan-bahan alami yang memiliki kemampuan adsorpsi atau penyerapan polutan. Setelah melalui berbagai eksperimen di laboratorium sekolah, mereka menemukan kombinasi yang tepat antara arang aktif, pasir silika, kerikil, serta serat ijuk yang disusun dalam tabung filter khusus. Keunggulan dari inovasi ini adalah penggunaan bahan lokal yang melimpah sehingga menciptakan sebuah Teknologi Penjernih Air yang benar-benar bisa dijangkau oleh semua lapisan masyarakat.
Kemudahan akses menjadi kunci utama mengapa karya siswa ini mendapatkan apresiasi tinggi. Selama ini, Teknologi Penjernih Air modern yang tersedia di pasaran memiliki harga yang cukup mahal dan memerlukan perawatan yang rumit. Namun, alat yang dikembangkan di SMPN 1 Banjarmasin ini bersifat low-maintenance dan sangat fungsional. Melalui proses filtrasi bertingkat, air sungai yang dialirkan ke dalam alat ini akan melewati proses penyaringan fisik dan kimiawi sederhana yang mampu mereduksi bau serta warna cokelat yang identik dengan air sungai di daerah gambut. Hal ini membuktikan bahwa pemahaman sains yang baik dapat memberikan solusi nyata bagi masalah Ramah Kantong namun tetap efektif.
Selain aspek teknis, program pengembangan alat ini juga melatih kemampuan kewirausahaan sosial bagi para siswa. Mereka diajarkan bagaimana menyosialisasikan penggunaan alat ini kepada warga di sekitar sekolah. Para siswa memberikan demonstrasi mengenai cara merakit alat tersebut sendiri di rumah menggunakan barang-barang bekas seperti botol plastik besar atau pipa paralon sisa. Dengan demikian, ilmu yang mereka dapatkan di bangku sekolah tidak berhenti sebagai teori saja, melainkan menjadi gerakan pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan kualitas kesehatan melalui lingkungan yang lebih bersih.
Dukungan dari pihak sekolah dalam menyediakan fasilitas riset sederhana telah membuahkan hasil yang membanggakan. Penemuan ini menunjukkan bahwa kreativitas anak muda Indonesia, khususnya di Banjarmasin, memiliki potensi besar dalam menjaga kearifan lokal sekaligus mengatasi tantangan ekologis. Inovasi ini diharapkan dapat terus dikembangkan menjadi skala yang lebih besar agar manfaatnya dapat dirasakan oleh penduduk di wilayah pelosok yang masih kesulitan mendapatkan akses air bersih. Pihak sekolah juga berencana untuk mendaftarkan karya ini dalam berbagai ajang inovasi tingkat nasional sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras para Siswa tersebut.