Warisan Budaya Banjar: Bagaimana SMPN 1 Banjarmasin Mewajibkan Siswa Menguasai Kesenian Tradisional?
SMPN 1 Banjarmasin mengambil langkah progresif dalam pendidikan karakter dan budaya. Sekolah ini menyadari pentingnya melestarikan Warisan Budaya Banjar di tengah arus modernisasi. Untuk itu, sekolah menerapkan kebijakan unik: Mewajibkan Siswa Menguasai Kesenian Tradisional sebagai bagian dari kurikulum intrakurikuler dan ekstrakurikuler. Strategi ini bukan hanya tentang pengenalan, tetapi juga penguasaan aktif.
Kebijakan ini bertujuan ganda. Pertama, untuk memastikan bahwa generasi muda memahami dan mencintai identitas lokal mereka. Kedua, untuk menumbuhkan keterampilan non-akademik yang berharga. Fokus utamanya adalah pada seni musik panting, tari baksa kembang, dan seni madihin yang khas.
Kata kunci yang dioptimalkan adalah SMPN 1 Banjarmasin dan Warisan Budaya Banjar. Untuk mencapai target Mewajibkan Siswa Menguasai Kesenian Tradisional, sekolah menyediakan guru-guru kesenian yang merupakan maestro lokal. Mereka didatangkan untuk memberikan pelatihan intensif dengan metode yang menarik.
Setiap siswa diwajibkan memilih minimal satu jenis Kesenian Tradisional yang diminati. Penilaian kelulusan tidak hanya didasarkan pada ujian tulis. Tetapi juga pada penampilan dan penguasaan teknik seni yang dipelajari selama masa studi. Ini menciptakan motivasi yang kuat.
Program ini telah berhasil menjadikan SMPN 1 Banjarmasin sebagai pusat pelestarian Warisan Budaya Banjar. Ruang kelas dan area sekolah kini sering dipenuhi dengan alunan musik panting dan latihan tari. Budaya lokal menjadi hidup dan dinamis di lingkungan sekolah.
Langkah Mewajibkan Siswa Menguasai Kesenian Tradisional ini telah mendapat apresiasi dari Dinas Kebudayaan setempat. Ini dianggap sebagai model ideal. Model untuk menyeimbangkan pendidikan akademik dengan kecintaan dan pelestarian nilai-nilai luhur budaya.
Sekolah ini membuktikan bahwa pendidikan modern tidak harus tercerabut dari akar budayanya. SMPN 1 Banjarmasin berhasil menghasilkan lulusan yang cerdas secara akademik. Lulusan yang juga mampu menjadi pewaris sekaligus penjaga Warisan Budaya Banjar yang tak ternilai harganya. Mereka menjamin bahwa seni leluhur akan terus berkembang di masa depan.